Tidak ada turis Indonesianya, Welcome to kepulau Togean

 Setelah beberapa kali mengunjungi beberapa pantai dan pulau, akhirnya aku bisa memutuskan untuk memberi pantai yang satu ini julukan pantai terindah yang pernah ku kunjungi setidaknya sampai Mei 2022 yaitu Sera beach  letaknya di Kepulauan Togean.

Mungkin kalian mau escape ketempat yang sepi dan tidak terlalu touristic tapi indah, kepulauan Togean yah itulah jawabannya. Bersih, indah, tidak ramai, no signal, jauh dari peradaban.

Untuk sampai di kepulauan Togen kita membutuhkan 1 jam naik speadboot dari Ampana ke pelabuhan Wakai, dan 3 jam menggunakan kapal nelayan sampai ke pulau Malenge Sera beach. 

Pasir putih bersih, langit biru, matahari sangat cerah, deburan ombak, angin sepoi-sepoi, hewan-hewan kecil seperti kepiting berlarian menghindar dari tempat aku berjalan turun dari kapal seolah memberi jalan menyambut kedatangan kami. 
Pantai ini sangat berbeda dari yang biasa kulihat, sepanjang hamparan pasir putih, aku tidak melihat sampah sama sekali, begitu putih bersih dan indah, mungkin karena pantai ini jauh dari pemukiman warga.

Bebatuan karang yang warna-warni dengan dihiasi ikan-ikan yang berenang mengelilinginya sangat memanjakan mata. 

Saat bersnorkeling beberapa titik aku melihat ada untaian besi diatas batu karang yang sudah mati yang berwarna kecoklatan, di setiap sisinya ada potongan batu karang yang diikatkan. Bapak yang mengantar kami bilang jika itu adalah batu karang yang ditanam. Aku baru tau jika batu karang bisa di tanam.

Aku sempat berkenalan dengan beberapa wisatawan lain, dan satu hal yang aku sadari adalah semua tamu di pulau tersebut adalah Bule alias turis mancanegara, ada orang Perancis, Belanda, swiss, Belgia. Untuk harga minuman, diving, snorkeling, di pajang dengan harga Euro mata uang Eropa, bukannya dolar, dari situ aku mengambil kesimpulan jika para pngunjung tempat ini  mostly adalah Bule. Dari hasil obrolanku dengan para bule itu, mereka memilih kepulauan Togean untuk berlibur adalah karena tempat itu tidaklah terlalu touristic, alias tidak ramai setidaknya saat ini di bulan Ooctober. Selain bule yang berkunjung, ada juga bule yang sudah menetap disana dan

menikah dengan warga setempat 




Pengunjung yang tidak terlalu ramai mungkin menjadi salah satu alasan tempat ni menjadi sangat bersih dan terjaga terumbu karangnya, atau mungkin karena pengunjungnya mostly bule kali, dimana kebiasaaan negara mereka lumayan disiplin soal kebersihan, well disclaimer tidak semua juga sih, itu hanya opininiku sendiri aja. Dari cerita orang-orang penjaga pulau aku banyak mendengar mereka mengatakan jika beberapa resort disana ownernya adalah bule atau orang asing.

Aku sangat beruntung dapat kesempatan untuk ikut snorkeling bareng sama tim dari Balai Taman Nasioal kepulauan Togean dan para pemuda-pemuda pulau untuk membasmi hama bintang laut yang menghisap warna pada terumbu karang. Selain sebagai beban tim tugasku tentu hanya melihat-lihat permukaan laut sambil mengapung kalau ada bintang laut yang tampak olehku tinggal kutunjuk  dan tim yang akan menyelam untuk mengambilnya karena skill berenangku yang tidak bisa menyelam. Tidak sekali dua kali aku mengeluh mask kemasukan air atau kalau tidak snorkel yang kemasukan air ditambah aku beberapa kali minum air laut, pas naik kekapal aku beberapa kali sendawa, kayanya aku kekenyangan air laut.







Kami menyisir beberapa pantai selama 3 jam, dan yah aku lupa pakai sun block, inginya ku maki diriku sendiri. Untuk menangkap bintang laut kami menggunakan penjepit yang terbuat dari bambu dilipat menjadi capit lalu mencungkil bintang laut yang menempel di bebatuan karang. Kami menyisir pinggiran pantai dari jam 13.00 sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 18.00 diiringi sunset kami bergerak pulang resort tempat kami menginap 


Ada beberapa destinasi yang wajib banget untuk di kunjungi di kepulauuan Togen ini, dan yang recomend dari super wajib untuk di kunjungi yaitu danau ubur-ubur (Jelly fish lake), ubur-uburnya gemoy syekalii, tidak menyengat, dan teksturnya mirip agar-agar dan lucunya  mereka pasrah-pasrah aja mau kalian mau grepe-grepe gak akan kabur. Khusus untuk di jelly fish lake ini kita dilarang untuk berenang menggunakan fins. Untuk berenang kesini kalian wajib banget bawa Acction Cam biar bisa fto didalam air bareng dengan ubur-uburya


Tempat yang wajib untuk dikunjungi selanjutnya yaitu pulau papan, diantara pulau Papan dan pulau Malenge ini dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu yang panjanganya mencapai 1.800 meter. Saat melintasi jembatan ini kalian akan disuguhkan dengan pemandangan air laut yang jernih sehingga terlihat sangat jelas ikan-ikan yang berenang bebas dibawahnya dan bebatuan karang . Di Pulau Papan separuh rumah warga terbuat dari kayu-kayu yang berdiri langsung diatas laut, dengan jalanan yang terbuat dari jembatan kayu,  dan pemandangan kolong rumah langsung bisa lihat ikan-ikan, dan banyak bulu babi juga. 



Penginapan pertamaku namanya Sera beach di pulau Malenge, aku disana selama 3 hari, kalau kalian berkesempatan kesana, aku sangat rekomen kalian untuk nginap di Sera beach. Menurutku pantai di Sera beach itu sangat bagus pasirnya putih, bersih dan halus, didepan cottage diapit oleh dua gunung bebatuan, dan bisa jadi spot buat loncat dari tebing juga, selanjutnya pemandangan bawah laut depan cottage jugaa juara bisa langsung snorkeling. Harga untuk menginap disana relatif murah, waktu itu  2019 harganya masih di Rp. 250k untuk room yang biasa tanpa shower, dan untuk room yang fasilitasnya ada showernya diharga 350k, hanya dibedakan oleh shower besti hahahah, kalau fasilitas yang lain sama aja. Untuk harga segitu kita sudah dapat makan 3 kali sehari besti, sarapan pakai snack, dan makan siang dan malam baru dapat nasi. 




Penginapan kedua ku namanya Fadhila Cottage di Fadhila berbeda dengan Sera beach, di Fadhila pasirnya agak berkerikil dan tidak terlalu putih, tapi disini menyuguhkan pemandangan yang berbeda, pantai ini terdapat banyak pepohonan besar yang bikin pantainya jadi sejuk, dan ada dua tuan rumah yang lucu dan ramah dua ekor golden retriver namanya Bomer dan Mike. Untuk ukuran kamar, disini kamarnya sedikit lebih luas daripada penginapanku sebelumnya, atapnya yang terbuat dari daun kering membuatnya sangat sejuk, dan aku sempat shock karena dikamarku ada Kelelawar, dia bahkan masuk ke kelambu. 



Enaknya di pulau-pulau disana untuk snorkeling kalian tinggal berenang kedepan cottage kalian langsung dipertemukan dengan pemandangan bawah laut yang eksotis, tapi kalau kalian mau sewa kapal dan pergi ke spot snorkeling juga bisa  untuk sekali sewa biasanya dibandrol dengan harga Rp. 300k-350k sekali pergi (tapi karena artikel ini ditulis ditahun 2022 mungkin sudah ada kenaikan harga) dan kalian juga bisa patungan dengan wisatawan yang lain untuk menyewa kapal untuk dapat harga yang murah besti. 

Oh iya di sana tidak ada jaringan, jadi buat kalian yang ingin escape dari reality bagus banget, tapi buat kalian yang jalan-jalan sambil kerja, sangat tidak di rekomendasikan. Selain susah jaringan, listrik juga hanya menggunakan generator yang menyala hanya pada malam hari dan saat-saat dibutuhkan saja

Untuk penyewaan alat snorkeling di bandreol dengan harga Rp 35k perhari, diving Rp. 700k/orang dan sudah lengkap dengan instrukturnya. Satu lagi yang penting nih harga bir bintang disana untuk ukuran 620 ml Rp 65k. 

Harapanku adalah suatu saat aku masih akan mengunjungi tempat-tempat ini, ditempat ini aku pertama kali merasakan lagi bagaimana rasanya hidup tanpa jaringan internet yang membuat kita tidak punya opsi lain, selain berbicara dengan orang-orang yang kita temui, aku menghabiskan 6 hari di kepulauan Togean.

Komentar

Postingan Populer